Wednesday, May 13, 2020

Peran generasi muda Menghadapi Covid-19 (Perspektif Pancasila)


Hallo world!!!!

Saat ini (13/05/2020) umat manusia sedang berperang melawan wabah mematikan yang dapat membunuh manusia dengan cepat. Terdapat sekitar 4,26 juta kasus terkonfirmasi positif di seluruh belahan bumi. Sekitar 292 ribu kasus kematian akibat virus tersebut, namun terdapat 1,49 juta  pasien yang sembuh. Angka tersebut di beberapa negara masih belum mencapai titik puncak penyebaran, sehingga kasus terkonfirmasi masih terus meningkat. Hal tersebut membuat pemerintah mangambil kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Bersakala Besar) di saat kita seharunya mudik dan berkumpul bersama sanak saudara di kampung halaman. sedih...namun kebijakan tersebut harus kita ikuti, demi putusnya penyebaran covid-19.

Lalu bagaimana peranan kita sebagai generasi muda dalam menghadapai Covid-19. Walaupun saat ini sedang dirumah saja, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan sebagai para generasi muda. Kita memiliki 2 peranan secara umum, yaitu peranan aktif dan peranan pasif. Berikut penjelesannya:

1. Peranan Aktif

yang dimaksud peranan aktif disini adalah bagaimana kita mahasiswa bergerak langsung ke lingkungan untuk membantu menanggulangi masalah Covid-19 dan dampaknya kepada masyarakat. 

  • Relawan Medis

Untuk relawan medis, dapat memberikan dukungan kepada para dokter, perawat, pekerja rumah sakit, petugas ambulans, dll. Relawan medis yang terlatih jika dibutuhkan dapat melakukan edukasi pencegahan dan rapid test kepada kelompok OTG di fasilitas umum dengan menggunakan APD (masker dan sarung tangan non steril sekali pakai) dan hasil tes dilaporkan melalui mekanisme pelaporan. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian infeksi. Tenaga medis yang dibutuhkan, seperti dokter spesialis paru, dokter spesialis anesti, dokter umum pranata laboratorium, bagian administrasi rumah sakit, hingga sopir ambulans.

  • Relawan Non medis

Banyak sekali Millenial yang berperan dalam hal tersebut, mereka membantu dalam mengumpulkan donasi bagi masyarakat yang sedang menjalani PSBB. Membantu dalam menyalurkan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya untuk OTG dan ODP dalam karantina rumah maupun kelompok rentan. Membantu dalam mengorganisasi dan mengarahkan masyarakat yang memerlukan informasi terkait alur tes maupun alur tindakan di masyarakat maupun di rumah

  • Relawan Komunikasi

Membantu menyebarkan informasi akurat kepada masyarakat  “Tolong jaga informasi, jangan malah menyebarkan hoaks". Jika ada informasi yang baik, tolong sebarkan. Jangan stop di anda,  Membantu dalam memantau dan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh OTG maupun ODP yang melaksanakan karantina rumah. untuk lebih jelas bidang relawan yang dibutuhkan, teman-teman bisa mengunjungi website gugus percepatan penanganan covid-19 di link berikut https://deskrelawanpb.bnpb.go.id/covid-19/

  • Penggerak social (physical) distancing

Gerakan physical distancing tidak termasuk sosial distancing kedua hal tersebut berbeda. Saat ini pergerakan komunikasi antar masyarakat tidak sama seperti  kehidupan tradisional. Komunikasi dapat berlangsung secara virtual layaknya tak ada batasan. Sehingga dengan adaya pandemi ini tidak membatasi kehidupan bersosial kita. Namun untuk memutus rantai persebaran covid-19 hanyalah membatasi kontak fisik kita dengan orang lain. Sebagai mahasiswa kita memiliki peranan penting untuk mempelopori dan mengajak masyarakat untuk melakukan physical distancing karena virus tersebut dapat menyebar dengan mudah melalui kontak fisik.

  • Membantu mengedukasi dan memberikan dukungan psikologi untuk mengurangi kepanikan masyarakat selama wabah COVID-19

Hal tersebut juga dibutuhkan untuk mengurangi kepanikan masyarakat, terutama ketika masyarat panik akan ketersediaan bahan makanan. Maka secara spontan masyarakat berekonomi tinnggi akan bertindak semena-mena menumpuk bahan makanan dirumahnya. Padahal disaat seperti ini kita harus turut peduli antar masyarakat. Sehingga harus diberikan penjelasa kepada masyarakat untuk tidak berlebih-lebih dalam berbelanja, walaupun aktivitas kita dibatasi namun kita harus tetap besikap wajar agar masyarakat berekonomi rendah juga dapat berbelanja bahan makanan.

  • Menjadi Donatur 

Saat ini kita sedang membutuhkan banyak dana untuk membantu garda terdepan dalam menangani kasus tersebut. Dengan terus meingkatnya angka kasus covid-19 para tenaga medis membutuhkan alat pelindung diri yang sangat banyak. Dengan gtong royong maka kasus tersebut akan teratasi dengan baik. Donasi bukan hanya untuk  para tenaga medis namun hal ini disalurkan juga untuk masyaraka yang kurang mampu. Agar mereka dapat mematuhi aturan pemerintah untuk dirumah saja maka mereka banyak kehilangan pekerjaan dan tidak mendapatkan penghasilan, lalu bagaimana merka mau tetap dirumah kalau tidak ada yang dapat mereka makan. Maka dari itu donasi dari kita sekecil apapun itu dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan hidupnya selama pandemi.

  • Memberikan hiburan kepada publik.

saat ini banyak sekali hiburan-hibuaran secara online yang dialakukan oleh masyarakat, baik berupa bentuk konser online atau pun video hiburan yang dapat menghibur masyarakat selama menjalani masa masa karantina dan PSBB di beberapa wilayah.

2. Peran Pasif 

peran pasif yang dimaksudkan adalah bagaimana kita menangani Covid-19 dengan berdiam diri  dirumah saja.

  • Menaati himbauan pemerintah

Saat ini pemerintah menghimbau masyarakatnya untuk melakukan social distancing dan melaksanakan semua aktivitasnya dirumah, termasuk untuk urusan ibadah dan bekerja. Keputusan tersebut diambil untuk menmutus rantai persebaran covid-19. Peran kita adalah untuk mematuhi himbauan tersebut demi kebaikan diri kita sendiri dan orang disekitar kita.

  • Tidak Panik dan Menghindari Hoaks

Dimasa pandemi saat ini generasi muda harus pandai menyaring informansi agar berita yang kita dapatkan tidak menimbulkan kepanikan bagi orang lain. Carilah informasi dari sumber-sumber terpercaya.

  • Bertahan dirumah dan senantiasa menjaga kebersihan

Hindari kerumunan agar virus tidak menyebar dengan cepat dan menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan adalah metode paling praktis dan efektif dalam pencegahan infeksi.

Gambaran Nilai Pancasila Pada Peranan Mahasiswa Menghadapi Covid-19

Dengan adanya pandemi tersebut mengajarkan kita akan sikap peduli kita antar  sesama manusia, untuk saling tolong menolong dalam kebaikan. Allah berfirman dalam surah al-maidah ayat 2.

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

”dan tolong-menolong lah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan. Dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwa lah kamu kepada allah, sesungguhnya siksa allah sangat berat."

 

Dari firman diatas dapat disimpulkan bahwa sangat dianjurkan kepada kita semua untuk tolong menolong diantara sesama, dan secara tidak langsung kita telang mengamalkan pancasila pertama ketuhanan yang maha esa. Dan telah mengangkat nilai-nilai persatuan. Karena dengan mengangkat nilai persatuan maka nilai-nilai kepedulian kita akan terbentuk, kita akan saling menjaga dan saling membantu dalam menghadapi suatu masalah. Begitu juga nilai-nilai kemanusiaan telah terealisasi saat kita menumbuhkan sikap peduli. Sikap kepedulian ini digambarkan dalam hadis riwayat muslim no. 1728

 

مَنْ كَانَ مَعَهُ فَضْلُ ظَهْرٍ فَلْيَعُدْ بِهِ عَلَى مَنْ لاَ ظَهْرَ لَهُ وَمَنْ كَانَ لَهُ فَضْلٌ مِنْ زَادٍ فَلْيَعُدْ بِهِ عَلَى مَنْ لاَ زَادَ لَهُ

barangsiapa yang mempunyai kelebihan kendaraan maka hendaklah ia berikan kepada yang tidak mempunyai kendaraan. Dan barangsiapa yang mempunyai kelebihan bekal, maka hendaklah ia berikan kepada yang tidak mempunyai bekal.

 

Kemudian rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan beberapa jenis harta yang lain sehingga kami mengira bahwa kami tidak berhak atas kelebihan harta yang kami miliki. Hadis tersebut disanadkan pada perkataan abu sa’id al khudri radhiyallahu ‘anhu.

Selain nilai ketuhanan, kemanusian dan persatuan, masyarakat dapat melakukan bela negara dengan arahan yang jelas, dan juga tindakan yang positif. Tindakan masyarakat yang tidak ikut arahan atau aturan yang positif akan merugikan bagi pribadinya dan tidak melaksanakan hak dan kewajiban warga negara dalam membela negaranya, apalagi dalam menghadapi covid-19 ini. Perlu kita ketahui bukan ego lah yang kita dahulukan, namun kepentingan negaralah yang kita laksanakan agar menciptakan negara yang selamat, adil, dan sejahtera. Perlu juga adanya dalam bela negara dipadukan dengan wawasan dan pengetahuan dari pendidikan kewarganegaraan dengan rasa kepedulian terhadap bangsa dan negara.

 humas upnvj, 23 maret 2020, meyebutkan dalam upaya kesiapsiagaan bela negara dalam pencegahan virus corona bahwa berdasarkan surat edaran menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 3 tahun 2020 tentang pencegahan corona virus disease (covid-19) pada satuan pendidikan, diinstruksikan kepada satuan pendidikan untuk memastikan ketersediaan sarana untuk cuci tangan di berbagai lokasi strategis di satuan pendidikan. Kegagalan dalam menjaga kebersihan tangan adalah penyebab utama infeksi dan dapat mengakibatkan penyebaran mikroorganisme multi resisten di lingkungan sekitar.  Lanjut menurut humas UPNVJ (2020), menyatakan bahwa menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan adalah metode paling praktis dan efektif dalam pencegahan infeksi.

Oleh karena itu, masyarakat mampu mengikuti arahan yang diberikan untuk upaya pencegahan virus covid-19. Selain itu menjaga kebersihan merupakan ajaran islam dimana sudah tercantumkan di q.s. at taubah ayat 108, disitu menunjukkan allah menyukai orang-orang yang bersih. Bagi umat islam pastinya akan menjaga itu semua, dan diharapkan semua masyarakat indonesia pun melakukan arahan yang diberikan oleh pemerintah, karna itu semua merupakan bentuk bela negara dalam menghadapi pandemi covid-19, sehingga semua masyarakat harus berperan aktif.

Riyan setiawan menulis suatu berita pada tanggal 20 maret 2020, bahwa gubernur dki jakarta anies baswedan mengimbau kepada seluruh warganya untuk berdiam diri di rumah sebagai bentuk bela negara untuk mengantisipasi penyebaran covid-19. Ini menunjukkan bahwa dalam situasi seperti ini masyarakat mampu berperan dalam bela negara dengan cara yaitu berdiam di rumah atau disebut dengan social distancing, dengan tidak melakukan aktivitas diluar rumah seperti belajar, menghindari perkerumunan disuatu tempat, menutup tempat wisata dll.

Agar terwujudnya masyarakat dalam membela negara yaitu pertama, kesadaran semua kalangan masyarakat, adanya rasa kebangsaan, cinta tanah air dan peduli terhadap sesama. Kedua, mengikuti peraturan arahan dari pemerintah dengan bijaksana tentunya dengan dasar hukum. Ketiga, melawan bersama dengan masalah yang terjadi baik itu dari dalam maupun dari luar. Bentuk kepatuhan kita terhadap pemimpin merupakan pengamalan dari sila ke-empat yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan.

Nah itu teman-teman, sedikit perspektif tindakan kita di mata nilai-nilai pancasila, semoga bermanfaat...

 


Peran generasi muda Menghadapi Covid-19 (Perspektif Pancasila)

Hallo world!!!! Saat ini (13/05/2020) umat manusia sedang berperang melawan wabah mematikan yang dapat membunuh manusia dengan cepat. Te...